PERIKSA LAGI NIAT BELAJARMU

Kepintaran itu tidak ada hubungannya dengan kekayaan, maka belajarlah bukan untuk kekayaan tetapi “lillahi ta’ala” (hanya untuk Allah), “li ‘ilaai kalimatillah” (untuk menegakkan kelimat Allah).

(KH. IMAM ZARKASYI)

 

Pintar adalah hasil dari proses belajar yang sungguh-sungguh. Proses belajar yang disertai niat ikhlas, bukan sekadar agar pintar saja tetapi juga agar ilmunya bermanfaat dan kepandaiannya berguna bagi orang lain, dengan niat tinggi li’ilaai kalimatillah.

 

Jika kita belajar secara sungguh-sungguh tetapi salah niat dalam belajar, maka kita akan tetap bisa pintar namun ilmunya bisa tidak bermanfaat, bahkan tidak terasa bisa terjerumus dalam kesesatan.

 

Dewasa ini banyak orang menjadi ilmuwan dengan niat agar bisa kaya, pemikirannya bisa diterima di kalangan orang kaya, di kalangan lembaga yang mempu memberikan imbalan uang dari pemikirannya.

 

Akibatnya apa? Terjadilah penyimpangan ajaran atau pemutarbalikan ilmu atau fakta. Ilmu kemudian hanya dijadikan alat untuk mencari keuntungan sesaat dengan cara menciptakan kerugian. Ini karena salah niat. Semakin jauh ilmuwan itu mempelajari ilmunya agar disukai oleh para pemberi uang, maka tanpa ia sadari secara perlahan-lahan terjadilah penyimpangan ajaran yang menurutnya tetap benar.

 

Ini hanya contoh bagaimana menuntut ilmu yang diniatkan untuk mencari kekayaan. Kekayaan memang bisa didapatkan, bahkan berlimpah, tetapi ajaran dan ilmunya tidak berguna untuk orang lain bahkan mungkin bisa menyesatkan umat.

 

Orang yang benar niatnya akan menemukan ilmu yang bermanfaat dan berkah. Akan mudah baginya memberikan kemanfaatan ilmunya. Bagi orang pintar, akan mudah baginya menggunakan kepintarannya untuk membantu orang banyak. Bahkan tanpa dibayarpun, orang pintar akan mampu member kemanfaatan kepada orang lain.

 

Dari kemanfaatanya itulah orang pintar akan mudah untuk memilih bentuk kehidupanya, menjadi kaya sedakarnya atau menjadi miskin. Bagi orang pintar, menjadi kaya atau miskin hanyalah pilihan bentuk kehidupan. Kekayaan atau kemiskinan adalah ujian hidup yang harus dilalui dan dipilihnya.

 

*virus entrepreneurship kyai

Pos ini dipublikasikan di MOTIVASI dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s