Ibunda Para Syuhada

MOTIVATOR PERANG

 

Nama lengkapnya Tamadhur binti Umar bin Harits As-Silmiyah, namun lebih akrab disebut Khansa’. Ia dikenal sebagai penyair wanita yang hebat sejak masa jahiliyah. Rasulullah Saw pun mengakui keindahan syairnya sehingga suatu ketika pernah memintanya untuk melantunkan syair. Tibalah pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab ra. Saat itu pasukan Islam yang dipimpin oleh seorang panglima besar Sa’ad bin Abi Waqqash ra. hendak berperang menuju Qadisiyah. Khansa’ bersama keempat buah hatinya turut serta dalam pasukan tersebut.

 

Terjadilah peperangan antara kaum Muslimin dengan pasukan Persia di Qadisiyah. Banyak riwayat menyebutkan, kala itu Khansa’ begitu bersemangat mengobarkan putra-putranya untuk bertempur di medan laga. “Wahai anakku ! Kalian memeluk Islam sebagai orang yang taat, dan hijrah sebagai manusia pilihan. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia! Kalian adalah anak (diasuh oleh) seorang wanita sendirian, aku tidak pernah menghianati bapak kalian, tidak menodai kehormatan paman kalian, dan tidak mencemari kedudukan kalian, dan juga tidak merubah nasab (garis keturunan) kalian. Kalian sudah mengetahui pahala besar yang telah disiapkan oleh Allah bagi setiap Muslim yang berjuang memerangi orang-orang kafir. Dan ingatlah, kampung abadi (akhirat) itu jauh lebih baik daripada kampung yang fana ini”.

 

“Jika esok hari kalian masih dalam keadaan selamat insya Allah, maka bergegaslah untuk memerangi musuh kalian dengan jiwa yang mendambakan kabar gembira (surga), dan mintalah pertolongan kepada Allah Swt atas musuh-musuh-Nya. Jika kalian melihat sekiranya peperangan telah berkecamuk dan api pertempuran telah menyala-nyala, maka bersegeralah masuk dalam sengitnya api peperangan dan hantamlah pemimpin mereka dengan pedang kalian ketika tungku peperangan telah mendidih. Dengan begitu kalian akan mendapatkan keberuntungan dengan kekayaan dan kemulian di dalam keabadian”.

 

Mendengar nasihat ibunya yang berkobar-kobar, keempat putranya “terbakar”. Mereka terjun ke medan perang seperti apa yang disampaikan ibunya. Di antara mereka saling membalas syair, mengingatkan akan nasehat sang bunda. Atas taqdir Allah, keempat putra kesangannya itu gugur sebagai syuhada. Khansa’ sama sekali tidak menunjukkan kesedihan atau penyesalan. Justru bangga sehingga ia digelari Ummu Syuhada.

 

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. Aku berharap kelak Allah mempertemukanku dengan mereka dalam naungan kasih sayang-Nya,” ujarnya.

 

 Sumber : dari berbagai sumber

Pos ini dipublikasikan di MOTIVASI dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s